Industry Gathering STP IPB

Melalui program Fasilitasi Pengembangan Kelembagaan dan Tata Kelola STP Tahun 2019 dari Direktorat Kawasan Sains Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemenristek Dikti, Science Techno Park IPB University (STP IPB) menyelenggarakan Industry Gathering untuk memperkenalkan fasilitas, layanan dan kepakaran yang dimiliki IPB kepada industri.  Industry Gathering  diselenggarakan di gedung kawasan STP IPB Taman Kencana Bogor (Kamis, 8 Agustus 2019). Industry Gathering dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis dan Kewirausahaan, Prof.Dr. Erika B. Laconi dan dihadiri para Dekan, para pakar IPB dan industri. Sebanyak 26 industri hadir dalam acara tersebut.  Industry gathering dengan tema “from nature to healthy life” ini diselenggarakan untuk mempromosikan fasilitas, layanan dan ekspertise yang dimiliki IPB kepada para pelaku industri sehingga diharapkan terjalin kolaborasi antara Science Techno Park IPB dengan industri dalam hal riset bisnis maupun layanan pengembangan produk dan jasa laboratorium.

 

Prof. Erika dalam sambutannya mengemukakan bahwa Institut Pertanian Bogor sebagai kampus paling produktif dalam menghasilkan inovasi, telah merintis pembentukan Science Techno Park (STP) pada kawasan seluas 3.46 Ha di Taman Kencana Bogor untuk kegiatan penelitian, pengembangan dan inkubasi bisnis serta alih teknologi dalam rangka mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.  STP IPB berperan dalam memfasilitasi pengembangan teknologi dan inovasi untuk menghasilkan startup dan penguatan sektor industri melalui penyediaan IPTEK, infrastruktur fisik dan dukungan manajemen. “Bidang fokus yang dikembangkan STP IPB adalah bidang pertanian tropika, pangan, biosains dan kelautan”, jelas Prof. Erika.

Lebih lanjut Direktur STP IPB, Dr.Ir. Rokhani Hasbullah, M.Si mengemukakan bahwa STP merupakan lembaga intermediasi yang menjembatani Perguruan Tinggi dengan industri atau masyarakat dalam mentransformasikan hasil-hasil riset/invensi menjadi inovasi yang berhasil dan bernilai tambah.  Layanan STP IPB meliputi:  (1) Layanan teknis (pelatihan, peragaan, konsultasi teknis, informasi bisnis), (2) Pengembangan teknologi (desain teknologi, purwarupa, manajemen kekayaan intelektual (KI), dan kantor alih teknologi), (3) Inkubasi bisnis (dukungan teknologi, manajemen usaha, promosi dan pemasaran dan fasilitasi pembiayaan), dan (4) Layanan pendukung (jasa maklon produksi pangan sehat, R&D industri, disain label & kemasan, penyediaan ruang kantor dan ruang konferensi/seminar).

Selain malayani tenan program inkubasi startup, STP IPB juga melayani tenan industri untuk melakukan kegiatan produksi skala terbatas (pilot plant) maupun kegiatan riset dan pengembangan (RnD) produk industri di gedung Collaborative Research Center (CRC) kawasan STP IPB Taman Kencana Bogor.  Pilot Plant dilengkapi dengan fasilitas alat/mesin produksi untuk melayani jasa maklon produksi untuk pengembangan pangan sehat, ekstrak bahan alami dan disain kemasan. “Layanan R&D bagi industri meliputi kegiatan jasa analisis laboratorium dan uji pre-klinis,  penelitian siap komersial, networking dengan industri, dan kerjasama penelitian”, demikian dijelaskan Rokhani. Laboratorium CRC dilengkapi dengan peralatan modern untuk melayani kegiatan jasa analisis laboratorium dan uji pre-klinis,  penelitian siap komersial, networking dengan industri, dan kerjasama penelitian. Jasa analisis laboratorium meliputi uji toksisitas, uji efikasi obat dan vaksin, pembuatan model penyakit, pengujian parameter darah (hematologi, biokimia dan elektrolit) untuk hewan, diagnostik (serologi, mikrobiologi, molekuler), analisis jumlah dan struktur molekul suatu senyawa (GCMS), dan analisis gen.

Sesuai dengan tujuan dibangunnya STP, penyediaan fasilitas pilot plant dan laboratorium CRC difungsikan untuk melakukan berbagai layanan ke industri yang merupakan salah satu fungsi utama dari STP. Layanan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi industri tetapi juga bagi civitas akademika IPB untuk mengetahui permintaan dan kebutuhan industri sehingga penelitian yang dilakukan sudah mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan industri.

Layanan dan aktifitas di Pilot Plant dan Laboratorium CRC diharapkan akan meningkatkan kerjasama antara Perguruan Tinggi dengan industri. Dari hasil kunjungan ke fasilitas Pilot Plant dan Gedung CRC, beberapa industri langsung menyatakan minatnya untuk bekerjasama dengan STP IPB, diantaranya adalah PT Global Niaga Modern Indonesia, PT Indofarma, PT Tekad Mandiri Citra, dan PT Mustika Ratu.

Kerjasama antar berbagai pemangku kepentingan seperti academic, bussiness, dan goverment merupakan faktor penting dalam suksesnya penyelenggaraan fungsi STP dalam mendukung program pemerintah.  Sebagaimana tertuang sesuai Perpres No 106 Tahun 2017 tentang Kawasan Sains Teknologi, STP bertujuan mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Semoga melalui STP diharapkan akan tercipta ekosistem inovasi yang pada akhirnya dapat menumbuh-kembangkan startup baru yang inovatif, mandiri dan berdayasaing.

Posted in Berita.