FASTREX : Mesin Pengangkut Tandan Buah Segar Kelapa Sawit

FASTREX : Mesin Pengangkut Tandan Buah Segar Kelapa Sawit

FASTREX: Mesin Pengangkut Tandan Buah Segar Kelapa Sawit

 

Inovator

Dr. Ir. Desrial, M.Eng

 

Deskripsi

Sawit merupakan salah satu komoditas Indonesia yang produksinya meningkat setiap tahunnya. Namun, kondisi lahan di perkebunan kelapa sawit memberikan kendala akan proses pengangkutan hasil panen sawit. Inovasi ini merupakan alat pengangkutan atau traktor yang didesain khusus untuk Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan material lainnya.

Ada tiga tipe transporter yang sudah dikembangkannya yakni tipe CT 01, CT, 02 dan CT 03. CT 01 memiliki bak yang mampu mengangkut sampai 350 kg sawit, CT 02 mampu mengangkut hingga 650 kg sawit dan tipe CT 03 mampu mengangkut hingga 1 ton tandan sawit. Ketiganya cocok digunakan untuk semua medan, terutama lahan gambut dan lahan yang bertopografi berombak dan landai/rolling.

Penerapan transporter ini telah dilakukan di Kabupaten Paser Selatan (Provinsi Kalimantan Timur), Palu dan Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah).  Jika dibandingkan dengan transporter serupa dari Jepang, inovasi IPB ini lebih unggul. Transporter buatan Jepang memiliki trek dari karet dengan jarak jelajah yang sempit dan kemiringan lahan 15 derajat. Dengan kondisi lahan perkebunan Indonesia yang berbukit-bukit (kemiringan bisa mencapai 45 derajat), transporter dari Jepang tidak bisa digunakan. Keunggulan lainnya, transporter ini masih mampu berjalan dengan baik di kondisi lahan basah (bisa karena hujan).

Pada saat uji coba, Fastrex bisa menjelajahi bukit dengan kemiringan 49 derajat. Selain itu, harga Fastrex bisa dijangkau pekebun rakyat (harga CT 01 sebesar Rp 50-60 juta rupiah). Dengan rata-rata lahan sawit 10 hektar, satu Fastrex sudah cukup untuk mengangkut tandan buah sawit segar.

Kendaraan dengan lebar sekitar 1 meter dan panjang 3 meter ini memiliki roda trek seperti punya tank. Di depannya ada bak untuk menampung TBS. Mesin diesel 10 HP Kubota dipasang di bagian tengah. Pengemudinya berada di belakang mesin. 

Dengan mesin diesel dan roda seperti tank, Fastrex mampu menanjak di tanah dengan kemiringan hingga 55 derajat. Dalam delapan jam kerja, kendaraan khusus ini bisa mondar mandir di perkebunan membawa sekitar 15 ton TBS sawit. Keluar masuk perkebunan mengangkut sawit dengan Fastrex lebih efisien dibanding membayar banyak tenaga kerja untuk memikul TBS atau menggunakan kendaraan bermotor biasa. Teknologi ini bisa menghemat 54 persen biaya angkut.

Hingga tahun 2018, dengan menggandeng PT Inka Multi Solution, Fastrex telah terjual hingga 110 unit transporter. Pengguna Fastrex adalah PT Astra Agro Lestari, Tbk, Balai Besar Mekanisasi Pertanian. Saat ini IPB sedang melakukan inisiasi kerjasama dengan PT Barata Indonesia, PT Inka Multisolution, PT Yanmar Indonesia.

 

Kegunaan

Mini transporter tipe crawler (Fastrex) merupakan alat pengangkutan atau traktor yang didesain khusus untuk pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan material lainnya. Transporter ini dirancang dengan menggunakan sistem trek, dimana ada komponen sepatu trek dari bahan baja untuk memberikan traksi yang besar namun tekanan pada tanah relatif kecil sehingga tidak menyebabkan pemadatan tanah.

 

Keunggulan
  • Mesin tangguh
  • Irit bahan bakar solar dan telah dilengkapi dengan starter elektrik
  • Bongkar muatan mesin ini menggunakan sistem hidrolik sehingga praktis dan meningkatkan kinerja
  • Kemudi mesin menggunakan sistem tongkat (mudah dikendalikan dan stabil) serta menggunakan transmisi dengan kopling dengan kelebihan perpindahan gigi tanpa hentakan
  • Mampu melaju dengan kecepatan 1,5-5 km/jam
  • Kapasitas kerja setara dengan lima orang tenaga angkut manual
  • Bisa menjelajahi bukit dengan kemiringan 49 derajat
  • Masih mampu berjalan dengan baik di kondisi lahan basah (bisa karena hujan)
  • Harga terjangkau

 

Sumber : https://ipb.ac.id/page/fastrex