Blog

alumni-ipb-university-ciptakan-sjfeed-pakan-inovatif-dongkrak-bobot-sapi-hingga-1-3-kg-per-hari-770x400

Alumni IPB University Ciptakan SJFeed, Pakan Inovatif Dongkrak Bobot Sapi hingga 1,3 Kg per Hari

Alumni IPB University Ciptakan SJFeed, Pakan Inovatif Dongkrak Bobot Sapi hingga 1,3 Kg per Hari

Di tengah tantangan ketahanan pangan dan kebutuhan protein hewani nasional, alumni IPB University membuktikan perannya dalam menciptakan solusi nyata. Adalah Koes Hendra, alumnus Fakultas Peternakan IPB University, yang berhasil mengembangkan inovasi pakan ternak SJFeed, mampu meningkatkan bobot sapi hingga 1,3 kilogram per hari.

Koes Hendra, yang kini menjadi Founder SJFeed, menegaskan bahwa pakan berkualitas tinggi menjadi kunci dalam produktivitas peternakan.

“Dengan konsentrat Super Feed, kenaikan bobot sapi bisa mencapai 1,3 kilogram per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hanya mengandalkan rumput,” ungkap Koes.

Inovasi ini berawal dari riset kecil di masa kuliahnya di IPB University, ketika ia membudidayakan ulat hongkong dan memanfaatkan by product-nya sebagai bahan pakan ternak. Dari eksperimen sederhana itu, lahir formula pakan berprotein tinggi yang kemudian berkembang menjadi lini utama di bawah PT Sugeng Jaya Group.

“SJFeed lahir dari riset panjang sejak saya masih mahasiswa Fakultas Peternakan. Awalnya kami membudidayakan ulat hongkong, lalu mengembangkan by product menjadi pakan ternak. Kini, Super Feed menjadi produk utama dengan permintaan pasar yang terus tumbuh,” jelasnya.

Hingga 2025, SJFeed telah mengoperasikan dua pabrik di Bogor dan Temanggung, serta tengah membangun fasilitas baru di Mojokerto. Perusahaan juga memperluas jaringan distribusi melalui gudang di Palembang, Banten, dan Lampung, dengan target pendapatan Rp12 miliar pada 2025.

Menurut Koes, pakan ternak menyumbang hingga 80 persen biaya operasional peternakan. Karena itu, efisiensi melalui pakan yang berkualitas menjadi kebutuhan mendesak bagi para peternak.

Selain kualitas, SJFeed juga mengedepankan keamanan produk dengan Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) dari Kementerian Pertanian dan kepatuhan terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Kami bangga menjadi salah satu UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di Bogor yang telah memiliki izin edar resmi. Hal ini membuktikan keseriusan kami dalam membangun industri pakan nasional,” tambah Koes.

Koes menargetkan dalam jangka panjang SJFeed dapat memperluas jangkauan ke berbagai sentra ternak di Indonesia. “Mimpi kami sederhana, yakni menghadirkan pabrik di tiap kabupaten agar peternak semakin dekat dengan akses pakan berkualitas,” tegasnya.

Kisah Koes Hendra menunjukkan peran alumni IPB University sebagai motor penggerak inovasi pertanian dan peternakan nasional. Melalui pendekatan ilmiah dan semangat kewirausahaan, ia membuktikan bahwa inovasi berbasis riset dapat memberikan dampak nyata. Tidak hanya bagi sektor peternakan, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan Indonesia. (dr)

sumber : https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/10/alumni-ipb-university-ciptakan-sjfeed-pakan-inovatif-dongkrak-bobot-sapi-hingga-13-kg-per-hari/