Inovator IPB University Ciptakan Palka Pendingin Tenaga Surya, Mampu Tekan 30 Persen Biaya Operasional Nelayan
Inovator IPB University Ciptakan Palka Pendingin Tenaga Surya, Mampu Tekan 30 Persen Biaya Operasional Nelayan
Tim peneliti IPB University berhasil mengembangkan sistem pendingin berbasis energi surya untuk kapal nelayan skala kecil. Inovasi ini diberi nama Palka Pendingin Tenaga Surya (PPTS). Teknologi ini dirancang untuk membantu nelayan kecil mempertahankan kesegaran hasil tangkapan tanpa harus bergantung pada es balok. Penelitian dilakukan dalam proyek riset Integrated Smart System Instrument for Small-Scale Fishing Vessel. “Kebanyakan nelayan kita masih mengandalkan es dari darat. Biayanya mahal dan tidak efisien, apalagi di daerah terpencil,” ujar Dr Ayi Rahmat, ketua tim peneliti sekaligus dosen Divisi Akustik, Instrumentasi, dan Robotika Kelautan, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).
Ramah Lingkungan dan Efisien
Palka pendingin ini mengandalkan panel surya berkapasitas 1 kWp hingga 5 kWp yang dipasangkan dengan baterai LiFePO₄ dan sistem kontrol pintar. Energi yang dihasilkan digunakan untuk mengoperasikan freezer berkapasitas 300 liter yang mampu menjaga suhu di bawah 4°C selama 24 jam penuh. Menurut laporan teknis, sistem juga terintegrasi dengan internet of things (IoT) yang memantau suhu ruang pendingin, posisi kapal, serta kondisi baterai secara real-time. Pengujian di Pelabuhan Ratu, Cirebon, dan Brebes menunjukkan performa stabil dengan efisiensi tinggi tanpa konsumsi bahan bakar fosil. Rangkaian uji coba dilakukan pada tiga unit kapal berukuran 7–9 meter. Selama satu bulan pelayaran, sistem beroperasi dengan baik dan mempertahankan suhu ideal penyimpanan ikan. Pengujian meliputi stabilitas kapal (pitching, yawing, dan rolling), ketahanan sistem, serta uji kesegaran ikan secara organoleptik. n“Hasilnya menunjukkan ikan tetap segar hingga mendarat di pelabuhan. Ini berdampak langsung pada peningkatan nilai jual tangkapan,” ungkap Dr Ayi.
Manfaat Sosial dan Ekonomi
Teknologi palka pendingin tenaga surya ini mampu menekan biaya operasional nelayan hingga 30 persen karena tidak perlu membeli es. Selain itu, hasil tangkapan yang lebih segar meningkatkan harga jual ikan sebesar 10–15 persen. Inovasi ini juga mendukung target ekonomi biru dan transisi energi bersih yang sedang digalakkan pemerintah. “Kami ingin nelayan kecil bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga bagian dari solusi energi terbarukan,” tambah Dr Ayi. Setelah uji coba sukses di Jawa Barat, tim IPB University bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, United Nations Development Programme (UNDP), dan mitra industri PT Cahaya Hijau Indonesia. Tujuannya memperluas implementasi ke wilayah potensial perikanan di Tanimbar dan Morotai.
“Rencana ini juga sejalan dengan program SeaBLUE Palka Pendingin Project yang menargetkan 300 kapal nelayan dengan sistem PLTS komunal 3–5 kWp,” tambah Dr Ayi. Selain menuju tahap komersialisasi, inovasi ini telah didaftarkan hak paten teknologi dan publikasi ilmiah sebagai bentuk hilirisasi riset IPB University dengan nomor pendaftaran P00202506400. Palka Pendingin Tenaga Surya menjadi simbol inovasi IPB University dalam menggabungkan riset, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Dengan dukungan energi terbarukan, nelayan kecil kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak lingkungan laut. (*/Rz)
