KATULAC

KATULAC

Inovator

Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, M.Sc

Deskripsi

KATULAC merupakan inovasi teknologi berbasis sumber daya alam lokal Indonesia, diharapkan mampu memperbaiki penampilan produksi susu peternak dan sekaligus memenuhi kebutuhan susu nasional yang  saat ini masih tergantung pada impor.  Produk ini telah lama dikembangkan di laboratorium sebagai produk yang berkhasiat untuk pemicu produksi susu maupun fungsi reproduksi.

Respon positif terhadap peningkatan produksi susu, juga diikuti dengan komposisi nutrisi susu yang masih cukup baik, terbukti dengan kandungan lemak, protein, laktosa, dan kadar kering (total solid) yang masih sangat baik. Peningkatan produksi susu yang terjadi, ternyata tidak mengganggu keseimbangan bobot badan induk laktasi. Pedet yang dilahirkan oleh induk sapi yang mengkonsumsi produk ini menunjukkan adanya peningkatan pertambahan pertumbuhan bobot badan pedet. Disamping itu pemberian produk ini mampu menekan terjadinya mastitis subklinis (radang ambing) pada ambing laktasi, dan tidak mengganggu sistem reproduksi sapi perah.

Mengingat produk ini adalah pakan tambahan, maka dosis dianjurkan sekitar 100-150 gram per hari dan pemberian dilakukan pada saat sapi perah bunting tua (± 9 bulan atau kering kandang) sampai periode laktasi. Produk ini memiliki peluang tinggi untuk menghasilkan industri pakan tambahan dan mampu menggairahkan perkembangan persusuan nasional.

Kegunaan
  • Meningkatkan produksi dan kualitas susu ternak ruminansia
  • Memacu pertumbuhan pedet selama masa menyusui
Keunggulan
  • Dengan pemberian 100-150 gram KATULAC per hari per ekor sapi perah mampu meningkatkan produksi susu sekitar 35-40%
  • Produk ini mengandung senyawa aktif non-polar daun katuk yang berkhasiat sebagai pemicu produksi susu sapi perak
  • Produk ini sangat aman dikonsumsi sapi perah dan dimanfaatkan ternak domba atau kambing perah.
  • Penggunaan KATULAC pada sapi perah sangat mudah dan praktis. Peternak dapat menggunakan secara langsung atau dicampurkan terlebih dahulu pada pakan konsentrat seperti Prosedur  Operasional Baku yang ada di peternakan.
sumber : https://ipb.ac.id/page/katulac