LKST IPB University Sukses Selenggarakan Pitching Battle Hackathon PRIME STeP 2025
LKST IPB University Sukses Selenggarakan Pitching Battle Hackathon PRIME STeP 2025
IPB University melalui Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi sukses menyelenggarakan Pitching Battle Hackathon (9/11) bertempat di Gedung Startup Center, Kampus IPB Taman Kencana, Bogor.
Hackathon PRIME STeP 2025 merupakan sebuah ajang kompetisi ide bisnis berbasis teknologi yang ditujukan bagi mahasiswa dan dosen perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini menantang para peserta untuk menciptakan solusi dalam berbagai isu strategis seperti ketahanan pangan dan agroteknologi, lingkungan, energi terbarukan, serta bidang relevan lainnya.
Kepala LKST IPB University Prof Erika B Laconi memberikan semangat dan apresiasi kepada para mahasiswa peserta program. “Kami selalu berusaha menjadikan mahasiswa hingga alumni lulusan untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya. Ia menyampaikan pula bahwa tim yang tidak terpilih pada kesempatan kali ini tidak perlu berkecil hati karena masih banyak kesempatan lain yang dapat diikuti, salah satunya program PRIME STeP bersama dengan Asian Development Bank (ADB).
“Terima kasih juga kepada para reviewer, Prof Rokhani, Dr Burhanudin, Dr Asep Taryana, dan Deva Primadia Almada, MSi yang telah berkenan hadir pada kegiatan ini. Sepuluh tim terbaik dan terpilih kelak menjadi startup yang inovatif, tangguh, dan berkelanjutan,” lanjut Prof Erika.
Deva Primadia Almada selaku Asisten Bidang Inkubasi Bisnis LKST IPB University turut menyampaikan mekanisme pelaksanaan pitching battle. Setiap tim diberikan kesempatan memaparkan pitch deck-nya selama lima menit, diskusi tanya jawab, dan penilaian oleh reviewer. “Substansi penilaian meliputi kapasitas tim, performa pitching, inovasi produk, potensi pasar, dan kelayakan produk atau bisnis,” lanjut Deva.
Pitching Battle Hackathon dihadiri oleh total 22 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bogor, 19 tim dari IPB University, 2 tim dari Universitas Pakuan, dan 1 tim dari Universitas Ibnu Khaldun. Satu tim terdiri dari 3–5 orang mahasiswa berbagai jurusan dan satu orang dosen pembimbing.
Kegiatan ini hadir sebagai rangkaian program Hackathon. Sebelumnya telah dilaksanakan bootcamp dan coaching untuk para mahasiswa peserta program. Kegiatan ini menjadi titik penentu untuk memilih 10 tim pra-startup terbaik penerima hibah senilai 35 juta untuk pengembangan awal produk/bisnisnya. Harapannya, 10 tim ini nantinya akan menjadi startup yang dapat mengikuti program inkubasi tahap selanjutnya. (*/Rz)
